Jasa Ukir Online – Jasa Ukiran Khas Jepara

kami menerima jasa pengukiran majapahit kuno, mataram, modern eropa dan ukiran khas jepara lainnya serta jasa design ukiran

Posts Tagged ‘seni ukir jepara’

Ukiran patung jepara

Posted by amiruljepara on September 4, 2015

image

image

Proses pembuatan ukiran angel, dalam membuat seni ukir patung dibutuhkan imajinasi yang tinggi karena ini sangat berbeda dengan ukiran pada papan. Dalam membuat ukiran patung angel harus dipola dengan sangat detail sebelum nantinya akan diukir, design coretan menggunakan kapur pada kayu adalah yang paling vital mengapa demikian dikarenakan bentuk lekukan anatomi gerakan patung ditentukan disini. Jika pola dasar sudah keliru maka hasil pahatan tidak akan maksimal dan terlihat kaku. Tantangan terbesar dalam membuat patung angel ialah pada bagian muka, angel pada umumnya memiliki muka bayi yang sedikit caby. Nah, tentunya ini menjadi PR tersendiri buat Amirul Group untuk menghasilkan sebuah karya yang berseni. kedepan Amirul Group akan berusaha lebih baik lagi dalam melayani permintaan para buyer kami. Terima kasih sudah mempercayakan ukiran pada kami.

Posted in Uncategorized | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Kerajinan Ukir Patung Mulyoharjo Jadi Produk Unggulan Jepara

Posted by amiruljepara on October 29, 2011

patung mulyoharjo

patung mulyoharjo

Jepara— 6 kilometer menuju utara dari alun-alun Jepara, tepatnya di desa Mulyoharjo, terdapat sebuah sentra kerajinan ukir dan patung yang merupakan produk ukir unggulan Jepara.

Sepanjang jalan berpaving yang telah diperluas demi kenyamanan pengunjung ini dipenuhi aneka produk khas Jepara dari kayu Jati, Meh atau Trembesi, maupun mahony. Mulai dari patung, aneka dekorasi ukir, maupun dekorasi dari kayu utuh. Semua adalah karya seni asli pengrajin ukir Jepara yang telah terkenal kerajinan kayunya sejak abad 18.

Reputasi kami telah mendunia jauh sebelum Indonesia merdeka, ungkap seorang pengrajin patung di Mulyoharjo.

Jika dulu hanya ada kios-kios kecil sekaligus rumah yang menjual produk unggulan Jepara ini, saat ini terus saja dibangun toko-toko maupun showroom baru dan besar yang terkesan eksklusif mengingat potensinya yang sangat baik.

Bahkan pemerintah daerah Jepara tahun ini memasarkan Jepara Industrial Bondedzone atau yang disebut juga Jepara UKM Center seluas 27,2 hektar. Lokasinya di Sentra kerajinan Mulyoharjo dan dilengkapi dengan aneka fasilitas dan infrastruktur yang menunjang serta mempermudah proses ekspor mebel furniture dan handycraft Jepara.

Lokasinya hanya 5 menit dari pusat kota Jepara dan bersebelahan dengan stadion Gelora Bumi Kartini Jepara. Diharapkan lokasi baru ini semakin mengukuhkan Jepara sebagai sentra Furniture dan Handycraft Dunia.

Oleh Ibu Susindra

Posted in dekorasi ukir, ekspor mebel furniture, gebyok, gebyok jepara, gelora bumi kartini, handicraft jepara, jasa furniture, jepara, kayu, kayu mahony, kayu meh atau trembesi, pengrajin, pengrajin jepara, pengrajin mebel di Jepara, pengrajin patug mulyoharjo jepara, pengrajin ukir, pengukir Jepara, potensi ukir kayu, produk industri ukir, produk ukir jepara, produk ukir unggulan jepara, produk ukiran | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

Jepara Sebagai Industri Kerajinan Ukir

Posted by amiruljepara on October 26, 2011

Jepara Sebagai Industri Kerajinan Ukir
Industri perabot ukiran kayu merupakan hal yang sangat penting bagi kota Jepara sebagai senjata untuk terus meningkatkan kondisi perekonomian daerah. Agar nama baik industrinya tetap terjaga, dan mengingat jumlah ahli kayu yang sangat terbatas, maka perlu dikembangkan suatu cara deteksi jenis kayu untuk mengurangi dan mengantisipasi kasus penipuan yang dapat mencemarkan nama baik ukiran Jepara. Hal ini dimaksudkan supaya tidak berdampak pada kehidupan ekonomi penduduk Jepara yang mayoritas berprofesi di bidang industri perabot ukiran kayu.
Dalam Tugas Akhir ini menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation untuk pengenalan pola image kayu. Sebelumnya citra latih dan citra uji dicropping, diambil vektor-vektor cirinya menggunakan metode ekstraksi ciri statistik orde pertama dan orde kedua serta filter gabor, kemudian vektor ciri citra latih digunakan sebagai input pada training JST bacpropagation. Hasil training selanjutnya diuji dengan vektor ciri citra uji untuk mendapatkan akurasinya.

Posted in filter gabor, Industri perabot ukiran kayu, kerajian ukir, kerajinan meubel, Kerajinan Patung & Ukiran, kota jepara, nama baik ukiran Jepara, penduduk Jepara, training JST bacpropagation, ukir kayu di jepara, ukir kayu jepara, ukir-ukiran Jepara, ukiran, ukiran jepara | Tagged: , , , , , , , | 2 Comments »

Jepara Sebagai Sentra Ukir

Posted by amiruljepara on October 26, 2011

JEPARA SEBAGAI SENTRA UKIR Kabupaten Jepara dikenal sebagai penghasil kerajinan mebel ukir bertaraf Internasional. Boleh saja daerah lain mempunyai produk-produk mebel dan furnitur dengan berbagai desain. Akan tetapi untuk masalah motif ukir-ukiran, Jepara masih tak tertandingi. Ukir-ukiran inilah yang menjadikan produk-produk furnitur Jepara mempunyai kekhasan tersendiri. Selain sebagai sebuah produk budaya hasil karya masyarakat lokal, ia juga merupakan karya seni yang bernilai estetik tinggi. Tak berlebihan jika Jepara mendapat gelar sebagai The World Carving Center.

Dari manakah tangan-tangan terampil pengukir Jepara itu dihasilkan? Setidaknya ada dua cara untuk mempelajari kerajinan ukir Jepara. Pertama adalah dengan cara “magang” pada perajin yang telah mapan. Melalui cara ini seorang peminat ukir akan dibimbing langsung oleh perajin bersangkutan di brak (tempat kerja pertukangan) mereka. Tentu dalam proses dan suasana belajar yang jauh dari kesan formal.

Kebanyakan perajin ukir Jepara belajar dengan cara ini. Mereka belajar ukir secara tradisional dan konvensional, baik dari keluarga, kerabat, maupun tetangga mereka. Tak ada kurikulum, dan tak ada batasan waktu belajar. Jenis dan motif ukiran yang dipelajari disesuaikan dengan order atau pesanan yang diterima oleh si perajin. Jadi, dengan cara ini, si pembelajar akan mengetahui langsung trend pasar permebelan yang sedang berkembang dan diminati oleh buyer atau pembeli.

Penulis sendiri sewaktu tinggal di Kecamatan Batealit –salah satu sentra mebel di Jepara selain Kecamatan Tahunan, Mlonggo, dan Bangsri— juga pernah belajar ukir melalui cara ini. Namun, karena kurang telaten dan tidak kerasan, akhirnya memutuskan untuk berhenti.

Yang ke-dua adalah dengan cara belajar di lembaga non-formal. Ada dua lembaga non-formal yang selama ini menyelenggarakan pendidikan ukir, yaitu Sekolah Ukir yang berlokasi di Pekeng, Tahunan, dan Pusat Pelatihan Keterampilan Ukir Kayu Fedep Jepara (PPKUFJ) yang terletak di Desa Sukodono, juga Kecamatan Tahunan.

Baik Sekolah Ukir di Pekeng, maupun PPKUFJ sama-sama menyelenggarakan pendidikan selama setahun. Sembilan bulan teori dan praktik di kelas, dan tiga bulan on the job training atau magang di perusahaan-perusahaan mebel. Pendidikan difokuskan pada keterampilan praktis mengukir, tentu setelah sebelumnya dibekali dengan teori dan pengetahuan mengenai motif dan jenis ukiran. Dengan demikian, porsi untuk praktik mempunyai bagian yang lebih besar.

Untuk menjadi siswa di Sekolah Ukir tidak disyaratkan harus tamat pendidikan formal tertentu, misalnya SLTP atau SLTA. Semuanya bisa mendaftar dan diterima, baik lulusan SD maupun SLTA. Bahkan ketika suatu hari penulis berkunjung ke PPKUFJ, penulis juga menemukan guru –yang telah mengajar di sebuah sekolah formal di Jepara– yang ikut belajar ukir di sana. Tentu saja dia belajar secara “ekstensi”, masuk hanya pada akhir pekan. Ada fasilitas lain yang disediakan pengelola, yaitu asrama bagi siswa yang berasal dari luar daerah.

Di tengah gempuran kuat arus globalisasi yang tengah melanda dunia, aset-aset bangsa yang berbasis pada kebudayaan lokal –tak terkecuali kerajinan dan kesenian ukir— menjadi elemen yang sangat penting untuk membangun citra, karakter, dan identitas bangsa di mata Internasional. Maka dari itu, mari kita lestarikan kekayaan bangsa kita. Jangan sampai negara lain mengklaim (lagi) kepemilikan atas aset-aset budaya yang telah susah payah diciptakan dan dikembangkan oleh bangsa kita, hanya karena kita lalai merawat dan melestarikannya.

Tertarik untuk turut berpartisipasi dalam upaya pelestarian itu dengan menjadi perajin dan seniman ukir? Atau ingin sekadar mengamati proses kreatif para perajin ukir Jepara? Tempat-tempat di atas merupakan pilihan yang sangat tepat.

Oleh : Alvin Vernando

Posted in peningkatan mutu ukiran jepara, seniman ukir, seniman ukir jepara, Uncategorized, warisan budaya mengukir jepara dari indonesia | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Jepara: Industri Seni Kerajinan Mebel Ukir(Bag 1)

Posted by amiruljepara on October 25, 2011

Jepara punya ungkapan yang dilontarkan oleh perajin mebel ukir bahwa “hidup atau mati bersama-sama dengan kayu”. Ungkapan in menunjuk suatu tekad bulat dan mantap dari lubuh hati yang teguh dalam menekuni bidang profesinya, meskipun berhadapan dengan berbagai rintangan dan hambatan.

Sesungguhnya, jepara adalah sebuah kota kecil terletak di kawasan pantai utara Jawa, akan tetapi Jepara memilik sejarah yang amat panjang. Pada abad ke 7 di Jawa terdapat sebuah kerajaan bernama Ho-Ling yang oleh para pakar disamakan dengan Kalingga. Diduga kerajaan itu berada di Jepara. Pada 674 Kalingga diperintah oleh seorang raja perempuan bernama Ratu Shima, yang merintis kerajaannya menjadi kota pelabuhan. Kelak, kota pelabuhan itu banyak dikunjungi oleh kapal asing, baik yang dating dari india, arab, Cina, Kamboja, maupun dari Eropa Barat. Jepara kemudian menjadi sangat ramai oleh kesibukan di bidang pelayaran, perniagaan, perdagangan dan menjadi salah satu pintu gerbang masukknya berbagai pengaruh asing. Akibatnya, di satu sisi telah terjadi proses urbanisasi, di sisi lain terjadi akulturasi seni dan budaya. Menurut Groneveldt, kerajaaan Kalingga berlangsung sejak abad ke 7 sampai abad ke 9, sesudah itu pusat kerajaan berpindah ke selatan untuk selanjutnya bergeser ke Timur.

Pada abad ke 11 sampai ke 15 hubungan kerajaan majapahit dengan Campa dan Cina sudah sangat akrab. Para penguasa kearajaan saling berkunjung dan member upeti, namun yang terjadi kadang-kadang sebaliknya, saling menyerang dan menguasai untuk meluaskan pengaruh kekuasaan, wilayah perniagaan, dan daerah perdagangan. Di samping itu, para sufi dan penyebar agama Islam juga berdatangan, diantaranya, Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah, selain sebagai pelopor dan penyebar Islam, juga menjadi raja, sehingga dia mendapat julukan Pandita Ratu. Menurut berita-berita Portugis, sejak pertengahan abad ke 16, Jepara dipimpin oleh raja perempuan bernama Ratu Kalinyamat yang akrab dengan penerus kekuasaan Demak Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Pada masanya, Ratu Kalinyamat berhasil mengangkat Jepara menjadi salah satu ibukota dan pelabuhan terpenting di pantai pesisir utara tanah jawa.

Pada abad ke 16 sampai 19, kota Demak dan Jepara menjadi dwikota yang berkuasa. Graaf menyatakan, mungkin Jepara adalah kota tua, lebih tua dari Demak. Dua kota itu sangat penting bagi pemerintah, baik pada masa pemerintahan kerajaan Demak, Pajang, Mataram, maupun pada masa pemerintahan Kolonial. Pada tahun 1599, Jepara ditaklukkan oleh Panembahan Senopati, sehingga eksistensinya berada di bawah kekuasaan Mataram. Meskipun demikian, Jepara tetap merupakan pelabuhan penting dan mempunyai peranan yang besar bagi kerajaan. Pada tahun 1615, orang-orang Belanda melaporkan telah bertemu sekitar 60 hingga 80 jung dari di dekat pantai Sumatera, sebagian besar diantaranya berasal dari Jepara. Pada waktu itu, wilayah Pesisir Mataram dibagi dua bagian, yaitu Tlatah Pesisir Kulon dan Tlatah Pesisir Wetan. Jepara termasuk wilayah pesisir wetan. Pada abad ke 18, usat pemerintahan dipindahkan ke Semarang, akibatnya pelabuhan Jepara mengalami kemunduran hebat.

Pada akhir abad ke 19 sampai awal abad ke 20, Jepara tampil kembali dalam percaturan internasional dengan hadirnya RA Kartini, seorang tokoh gerakan emansipasi wanita yang secara cemerlang dan berhasil meletakkan dasar-dasar perjuangan bagi kaumnya. Suatu pergerakan yang mengantarkannya diakui sebagai pelopor pergerakan wanita. Kartini juga memikirkan masalah pendidikan bagi masa depan bangsanya, suatu gagasan yang mengilhami lahirnya model pendidikan seperti yang dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantara. Ia sangat memperhatikan kesejahteraan hidup rakyat kecil dan berusaha keras untuk mengangkat dan mengembangkan potensi daerah, khususnya di bidang seni Kerajinan.

Dewasa ini, Jepara lebih dikenal sebagai pusat industry seni kerajinan mebel ukir kayu, suatu jenis kegiatan seni tradisi pertukangan dan perundagian yang telah berkembang menjadi salah atu unit usaha industry yang handal. Hasil produksnya telah memasuki daerah pemasaran yang luas, baik pada tingkat lokal, nasional, regional, maupun internasional, antara lain di lima benua, yaitu di Asia, Afrika, Australia, dan Eropa.

Sumber : SP Gustami

Posted in arab, cina, demak dan jepara menjad dwikota, eropa barat, Groneveldt, india, jepara sebagai ibukota pesisir utara jawa, jepara sebuah kota kecil, kamboja, kerajaan kalingga, kerajaan majapahit, pengrajin jepara, pengrajin mebel di Jepara, pengrajin mebel ukir, pengrajin ukir, pengrajin ukir yang berkualitas tinggi, pusat industry seni kerajinan mebel ukir kayu, ratu shima | Tagged: , , , , , , | 5 Comments »