Jasa Ukir Online – Jasa Ukiran Khas Jepara

kami menerima jasa pengukiran majapahit kuno, mataram, modern eropa dan ukiran khas jepara lainnya serta jasa design ukiran

CIFOR : Seni Ukir Jepara Adalah Peradaban

Posted by amiruljepara on October 1, 2011

JEPARA – Center For International Fouretry Research (CIFOR) dan mitranya melakukan penelitian untuk perbaikan struktur dan fungsi industri mebel di Jepara melalui Proyek Rantai Nilai Mebel (Furniture Value Chain) yang menggambarkan nilai tambah kayu dari hutan, sampai melewati ragam proses produksi hingga ke pasar.

Koordinator Center For International Fouretry Research (CIFOR) Herry mengatakan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama dua tahun, ada beberapa hambatan yang menjadi masalah yang dihadapi pengrajin mebel di Jepara pada saat ini.

“Masalah di jepara itu ada tiga, masalah kualitas produk, bahan baku, serta pemasaran dan modal,” kata Herry yang juga sebagai pemimpin kegiatan Proyek Rantai Nilai Mebel di gedung Jepara Trade and Tourism Center (JTTC), Jepara, Rabu (13/7).

Untuk mengatasi masalah tersebut kata Herry, pihaknya telah melakukan berbagai macam kegiatan diantaranya, workshop penulisan cerita dari para pelaku mebel di Jepara dan workshop Steakholder (2008). Deklarasi Asosiasi Pengrajin Kecil Jepara (AKPJ), dan workshop untuk beradaptasi dengan permintaan pasar Mebel (2009). Pelatihan Pengembangan Mutu dan Manajemen Keuangan Untuk Pengrajin Kecil dan Pelatihan Penelusuran Bahan Kayu (CoC) untuk pasar Ekspor (2010).

“Untuk  kelangkaan bahan baku, usaha dari kami sendiri salah satunya menanam Jati. Kalau dahulu itu, Jati berpuluh-puluh tahun baru bisa ditebang, sekarang dengan lima tahun sudah bisa (ditebang) dengan bibit Jati unggul nusantara. Nah, kami menanam di beberapa desa seperti di desa Senenan dan Mulyoharjo,” tutur Herry.

Dikatakan Herry, seni Ukir sudah menjadi mata pencaharian warga Jepara. Karena itu, apabila kota kelahiran ibu Kartini ini tidak survive, bukan hanya mata pencaharian yang hilang, tapi juga peradaban ukir akan punah.

“Ukir itu bukan hanya sekolah tapi diturunkan dari generasi ke genarasi, kalau itu mati  bagaimana peradaban ini, hilang. Untuk itu, kita sama-sama populerkan keunikan warisan budaya Jepara,” tandasnya.

Selain itu tandas Herry, upaya lain yang telah dan akan dilakukan agar pengrajin bisa berhubungan dengan konsumen secara langsung dengan memfasilitasi kegiatan pameran, pelatihan persiapan pameran dan negosiasi dengan pembeli, penggunaan teknologi informasi melalui pembuatan portal dan jejaring sosial. (kyd/jpnn)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: