Jasa Ukir Online – Jasa Ukiran Khas Jepara

kami menerima jasa pengukiran majapahit kuno, mataram, modern eropa dan ukiran khas jepara lainnya serta jasa design ukiran

Posts Tagged ‘ragam hias ukiran klasik’

motif ukiran mataram

Posted by amiruljepara on October 13, 2011

motif ukiran mataram

motif ukiran mataram

Motif Mataram merupakan motif ukiran tradisional yang berkembang dan digemari di daerah Jawa. Sama halnya dengan motif Majapahit dan motif Bali yang erat hubungannya dengan pemberian nama-nama kerajaan yang pernah ada di Jawa. Motif ini juga dapat dipandang dari dua hal yaitu ciri-ciri umum dan ciri-ciri khusus.

Ciri-ciri umum:
Motif Mataram ini mempunyai semua bentuk ukiran daun baik daun pokok maupun daun yang kecil-kecil berbentuk cekung. Cekungan ini dalam istilah ukiran tradisional disebut krawingan. Bentuk ukiran daun motif ini berbentuk daun patran, pada bagian ujung daun ada yang mempunyai ikal dan ada pula yang tidak berikal. Susunan daun motif Mataram biasanya bergerombol hingga menyerupai daun alam.

Ciri-ciri khusus:
Benangan motif ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu
(a)    benangan timbul
(b)   benangan garis

Daun trubus pada motif ini merupakan bentuk daun yang kebanyakan berbentuk bongkok. Daun trubus ini biasanya tumbuh dimuka benangan dan berhenti dibawah ikal daun, seolah-olah menahan ikal daun tersebut.

Pecahan pada motif mataram kebanyakan berbentuk pecahan cawen. Disamping pecahan cawen juga terdapat pecahan garis  yang terdapat pada bagian yang menarik dari bentuk daun motif ini. Bentuk pecahan pada motif ini memang kelihatan lebih variatif dibandingkan pada bentuk-bentuk motif yang lainnya.

Posted in benagan timbul, benangan garis, daun pokok, daun sunggar, daun trubus, mojopahit, motif bali, motif berbentuk daun patran, motif majapahit, motif mataram, pecahan cawen, ukir, ukiran, ukiran daun, ukiran tradisional | Tagged: , , , , , , , , | 3 Comments »

Ukiran yang Tertua di Dunia

Posted by amiruljepara on October 13, 2011

ukiran tertua

ukiran tertua

Seperti diberitakan Dajiyuan bahwa baru-baru ini ilmuwan menemukan seni pahat yang paling awal hingga sekarang di Jerman, sehingga kita merasa takjub terhadap taraf seni orang dahulu.
Di majalah Nature edisi 18 Desember 2003 dimuat sebuah temuan arkeologis terbaru. Arkeolog dari Universitas Tubingen, Jerman, Nicholas Conard menemukan seperangkat ukiran gading gajah yang usianya telah mencapai 30 ribu tahun silam di sebuah gua Hohle Fels pada sebuah kawasan pedesaan Swabia, barat daya Jerman. Ukiran-ukiran ini ukurannya kurang lebih 2 inci, bentuk mereka menonjolkan daya cipta seni Eropa pada 30 ribu tahun silam.

Penemuan ini dengan mayat yang ditemukan di kawasan Swabia sebelumnya semestinya adalah peninggalan manusia terawal yang bisa ditemukan hingga saat ini. Oleh karena itu, arkeolog Anthony Sinclair dari University of Liverpool, Inggris, juga mengatakan, “Tak diragukan lagi bahwa dalam dokumen seni ukir di dunia, seni ukir mereka adalah yang paling kuno.”

Selain itik, salah satu dari tiga karya ukiran yang ditemukan adalah ukiran muka singa tubuh manusia, dan satu lagi adalah ukiran bagian kepala kuda. Dari posisi ukiran ditemukan, menunjukkan bahwa kebanyakan aktivitas seni manusia waktu itu berbeda sangat besar dengan seni sekarang. Akan tetapi, temuan ini secara tuntas telah menumbangkan pandangan tradisional yang menganggap bahwa seni yang kuno pasti kasar lalu secara perlahan-lahan berubah menjadi karya sekarang yang halus. Oleh karena itu, Sinclair lalu menunjukkan bahwa orang modern Eropa yang paling awal mungkin memiliki kemampuan seni yang luar biasa dan menakjubkan.

Conard juga mengatakan, “Mungkin kita perlu membuang pandangan terhadap waktu dan tempat bangkitnya seni modern, di Eropa dan kawasan lainnya mungkin terdapat bangsa yang berbeda mengembangkan gaya atau pun corak mereka sendiri.”

ukiran tertua1

ukiran tertua

ukiran tertua2

ukiran tertua

Selain ukiran berbentuk manusia dan benda seperti gading gajah, di gua Hohle Fels bahkan ditemukan ukiran kepala kuda, itik sungai, dan ukiran setengah manusia setengah hewan (singa), dan mengenai apa makna ukiran-ukiran tersebut, ilmuwan masih tidak dapat menguraikannya.

Orang China mengetahui bahwa bangsa China adalah bangsa yang paling kuno di dunia, yaitu sejarah peradabannya telah berusia 5.000 tahun, sejarah Eropa sangat pendek, lalu pada 30 ribu tahun silam, bagaimana bisa muncul seni Eropa yang sangat memiliki daya cipta itu? Apakah sejarah sedang menantang evolusi Darwin, dan bercanda dengan kita?

Akhir-akhir ini, kian banyak masa temuan arkeologi yang semakin kuno yang menyebabkan para arkeolog dengan tiada henti mengubah argumen sendiri dalam laporan ilmu pengetahuan, membalikkan sejarah evolusi yang semula ditetapkan sebagai manusia baru. Mungkin saat setelah mereka menggali semakin banyak temuan baru, suatu hari nanti benar-benar harus mengambil keputusan bulat, yaitu mau tidak mau harus merevisi kembali sejarah umat manusia.

referensi: yi lin, natur,reminbao.com

Posted in seni pahat, seni ukir, seni ukir di dunia, seniman ukir, seperangkat ukiran gading gajah, ukiran jepara, ukiran kayu, ukiran kuno, ukiran singa tubuh manusia, ukiran tertua, ukiran yunani kuno | Tagged: , , , , , , , , | 4 Comments »

Patung Ukir Jepara Diminati di China

Posted by amiruljepara on October 12, 2011

patung ukir jepara

patung ukir jepara

Pasar patung ukir Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, di China kembali menggeliat dalam dua tahun terakhir ini. Patung ukiran naga, kirin, dan dewa-dewi menjadi andalan utama.

Suryadi (20), perajin UD Mblakang Gunung, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, Senin (22/8), mengatakan, pada tahun ini, UD Mblakang Gunung membuat 50 patung ukir. Sebanyak 20 patung di antaranya pesanan dari China, sedangkan sisanya pasar lokal, Malaysia, Korea, dan Taiwan. ”Para pembeli asal China memesan patung-patung ukir naga, dewa-dewi, dan kirin,” kata dia.

Hal serupa dibenarkan Tirno Haryanto (38), pemilik UD Barokah Jaya. Ia mendapat pesanan 250 patung ukir berbentuk dua kirin mencengkeram bola. Satu patung harganya Rp 5000.000.

Pemilik UD 69, Suniman (46), juga menerima pesanan patung sembilan naga dari China berbahan baku kayu meh utuh. Patung seharga Rp 140 juta itu setinggi 4,5 meter dan berdiameter 1,5 meter. ”Patung sembilan naga empat dimensi itu harus dirampungkan lima pengukir selama delapan bulan,” kata Suniman.

Berdasarkan Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara, pada 2009, nilai ekspor Jepara di 105 negara Rp 1,073 triliun dan tahun 2010 ekspor di 106 negara mencapai Rp 1,190 triliun.

Pada 2010, mebel yang diekspor ke 99 negara senilai Rp 1,013 triliun, kerajinan kayu dan tangan ke 14 negara Rp 5,896 miliar, dan kayu olahan ke 18 negara Rp 13,070 miliar. ”Produk Jepara banyak dipasarkan di Asia, terutama China,” kata Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko. Untuk menaikkan ekspor mebel dan ukir, didaftarkan 20 pengusaha agar dapat menggunakan logo indikasi geografis mebel ukir Jepara (MUJ). Disubsidi Rp 450 juta guna menyewa 1.000 tempat dalam International Furniture and Craft Fair Indonesia setiap tahun. (HEN)

Sumber : kompas

Posted in dewi kuan im, indikasi geografis, indikasi geografis jepara, indikasi geografis mebel ukir jepara, indikasi geografis produk, international furniture and craft fair indonesia, kabupaten jepara, kirin, lima pengukir, patung ukir, patung ukiran naga, produk jepara, produk mebel, produk ukir, produk ukiran | Tagged: , , , , , , , , | 7 Comments »

Kerajinan Ukir Jepara

Posted by amiruljepara on October 11, 2011

Ukiran jepara

Ukiran jepara

Jepara dikenal sebagai kota ukir, karena terdapat sentra kerajinan ukiran kayu ketenarannya hingga ke luar negeri. Kerajinan mebel dan ukir ini tersebar merata hampir di seluruh kecamatan dengan keahlian masing-masing. Namun sentra perdagangannya terlekat di wilayah Ngabul, Senenan, Tahunan, Pekeng, Kalongan dan Pemuda. Selain itu, Jepara merupakan kota kelahiran pahlawan wanita Indonesia R.A. Kartini.

Industri Mebel Ukir Jepara. Industri ini tersebar luas di hampir semua kecamatan Jepara, kecuali Kecamatan Karimun Jawa
Kerajinan Patung & Ukiran. Sentra Kerajinan ini terdapat di desa Mulyoharjo Jepara. Di sana terdapat lebih dari 90 pengusaha di bidang kerajinan Patung dan Ukiran Kerajinan Relief. Sentra Kerajinan ini terdapat di Desa Senenan, dekat Rumah Sakit Kartini Senenan Jepara.

Industri Mebel dan Kerajinan merupakan industri andalan kabupaten Jepara. Industri tersebut telah menjadi tulang punggung perekonomian Jepara. pariwisata Jepara memiliki banyak objek menarik yang dapat dikembangkan lebih baik lagi, diantaranya Pantai Kartini, Bandengan dan karimun jawa. karena keterbatasan APBD yang ada, maka pengembangan pun belum optimal. selain itu, yang saat ini menarik adalah wisata budaya dan wisata industri. industri mebel dan ukir jepara yang berbasis HOME INDUSTRI dan merupakan kerajinan tangan dapat pula dikembangkan menjadi wisata industri sekaligus wisata belanja produk kerajinan jepara.

Kemampuan masyarakat Jepara di bidang ukir kayu juga diwarnai dengan legenda . Dikisahkan, pada jaman dahulu ada seorang seniman bernama Ki Sungging Adi Luwih yang tinggal di suatu kerajaan. Ketenaran seniman ini didengar oleh sang raja yang kemudian memesan gambar permaisuri. Singkat cerita, KiSungging berhasil menyelesaikan pesanan dengan baik. Namun ketika ia akan menambahkan warna hitam pada rambut, terpeciklah tinta hitam dibagian pangkal paha gambar sang permaisuri sehingga nampak seperti tahi lalat. Gambar ini kemudian diserahkan kepada raja yang sangat kagum terhadap hasil karya Ki Sungging.
Namun raja juga curiga karena ia melihat ada tahi lalat dipangkal paha. Raja menduga Ki Sungging talah melihat permaisuri telanjang. Oleh karena itu raja berniat menghukum Ki Sungging dengan membuat patung di udara dengan naik layang-layang. Pada waktu yang telah ditentukan ki Sungging naik layang-layang dengan membawa pelengkapan pahat untuk membuat patung permaisuri.

Namun karena angina bertiup sangat kencang, patung setengah jadi itu akhirnya terbawa angin dan jatuh di pulau Bali. Benda ini akhirnya ditemukan oleh masyarakat Bali, sehingga masyarakat setempat sekarang dikenal sebagai ahli membuat patung. Sedangkan peralatan memahat jatuh di belakang gunung dan konon dari kawasan inilah ukir Jepara mulai berkembang.

terlepas dari cerita legenda maupun sejarahnya, seni ukir Jepara kini telah dapat berkembang dan bahkan merupakan salah satu bagian dari “nafas kehidupan dan denyut nadi perekonomian “ masyarakat Jepara.
Gambar – gambar diatas Saya ambil saat jalan – jalan di Jepara tepatnya di daerah Tahunan. Karena disana merupakan sentra pertokoan ukir – ukiran baik itu souvenir, kaligrafi, maupun barang – barang keperluan rumah tangga seperti lemari, meja dll.

referensi : wikipedia & jeparakab

Posted in indikasi geografis jepara, indikasi geografis produk, Industri Mebel Ukir Jepara, industri ukir, jepara, kecamatan Jepara, Kecamatan Karimun Jawa, Kerajinan Patung & Ukiran, kota jepara, kota ukir, ra kartini, seni kaligrafi, seni ukir, seni ukir jepara, seni ukir klasik, seniman ukir jepara, sentra industri ukir, sentra kerajinan ukir kayu, ukir, ukir kayu, ukir kayu di jepara, ukir kayu jepara, Ukiran Relief 3 Dimensi Unik Khas Jepara, Ukiran relief Jepara | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

Kasus Ukiran Jepara: Sebuah Pelajaran Berharga

Posted by amiruljepara on October 4, 2011

kasus ukiran jepara

kasus ukiran jepara

Mungkin di antara kita ada yang pernah mendengar kasus ukiran Jepara yang melibatkan orang-orang asing? Kasus itu merupakan warning bagi kita semua betapa sistem perlindungan HKI masih belum sepenuhnya dipahami oleh banyak pihak,bahkan termasuk para penegak hukum sendiri. Kasus ini juga membuktikan adanya misappropriation atau pengambilan hak-hak masyarakat Jepara secara tidak sah oleh orang asing atas karya tradisional mereka berupa ukir-ukiran yang khas itu.

Kasusnya dimulai dari adanya sengketa antara orang-orang asing (Inggris vs Belanda) berkenaan dengan penggunaan desain ukiran Jepara. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membahas sengketa itu sendiri, melainkan lebih pada pengungkapan adanya kesalahpahaman antara sistem perlindungan hak cipta dan sistem perlindungan desain industri. Selain itu, tulisan ini juga dimaksudkan untuk menunjukkan kepada masyarakat tentang bagaimana warisan budaya nasional, seperti ukir-ukiran Jepara telah diklaim sebagai desain milik orang asing.

Secara singkat kasusnya dapat digambarkan sebagai berikut: sebuah perusahaan milik orang asing (Inggris) telah membuat katalog, yang di dalamnya terdapat gambar-gambar desain ukiran Jepara. Perusahaan itu telah mendaftarkan katalog tersebut ke kantor HKI dalam rangka memperoleh perlindungan hak cipta. Belakangan, gambar-gambar itu muncul di dalam website yang digunakan oleh orang asing lainnya (Belanda) untuk mempromosikan kegiatan usahanya sebagai pedagang mebel. Orang Inggris mengadukan orang Belanda dengan tuduhan melanggar hak cipta karena telah mengumumkan melalui website desain “miliknya” yang terdapat dalam katalog tersebut.

Dengan pendaftaran dan klaim ini boleh jadi para pengukir Jepara nantinya akan terancam tuduhan melakukan pelanggaran desain jika mereka mengekspor hasil karya mereka ke luar negeri, khususnya ke Eropa. Ini akan menjadi sebuah ironi yang menyedihkan ketika para pengukir tradisional justru terancam haknya untuk menggunakan desain tradisional milik mereka sendiri.

Jika perusahaan atau orang Inggris itu memang berminat memperoleh perlindungan desain, ia seharusnya bukan
mendaftarkan katalog dalam rezim hak cipta, melainkan mendaftarkan dalam rezim desain industri.

Dengan demikian, klaim bahwa desain yang terdapat di dalam katalog itu adalah juga milik dari perusahaan yang mendaftarkan katalog jelas lumayan lucu. Apalagi desain ukiran Jepara adalah warisan budaya dan menjadi hak dari masyarakat Jepara.

Jika desain itu kemudian diklaim sebagai milik perusahaan asing, maka hal itu merupakan tindakan misappropriation yang sangat transparan yang dilakukan oleh orang asing terhadap warisan budaya bangsa, khususnya. (DR.Agus Sardjono)

sumber : www.export-import-indonesia.com

Posted in desain tradisional, design motif ukir, design ukir, design ukir jepara, hak dari masyarakat Jepara, HKI perlindungan ukir jepara, karya tradisional, Kasus Ukiran Jepara, katalog, masyarakat jepara, misappropriation, para pengukir Jepara, penggunaan desain ukiran Jepara, pengukir Jepara, ukir kayu di jepara, ukir kayu jepara, ukir tradisional, ukir-ukiran Jepara, ukir-ukiran yang khas | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »