Jasa Ukir Online – Jasa Ukiran Khas Jepara

kami menerima jasa pengukiran majapahit kuno, mataram, modern eropa dan ukiran khas jepara lainnya serta jasa design ukiran

Posts Tagged ‘motif ukiran klasik’

Kerajinan Ukir Jepara

Posted by amiruljepara on October 11, 2011

Ukiran jepara

Ukiran jepara

Jepara dikenal sebagai kota ukir, karena terdapat sentra kerajinan ukiran kayu ketenarannya hingga ke luar negeri. Kerajinan mebel dan ukir ini tersebar merata hampir di seluruh kecamatan dengan keahlian masing-masing. Namun sentra perdagangannya terlekat di wilayah Ngabul, Senenan, Tahunan, Pekeng, Kalongan dan Pemuda. Selain itu, Jepara merupakan kota kelahiran pahlawan wanita Indonesia R.A. Kartini.

Industri Mebel Ukir Jepara. Industri ini tersebar luas di hampir semua kecamatan Jepara, kecuali Kecamatan Karimun Jawa
Kerajinan Patung & Ukiran. Sentra Kerajinan ini terdapat di desa Mulyoharjo Jepara. Di sana terdapat lebih dari 90 pengusaha di bidang kerajinan Patung dan Ukiran Kerajinan Relief. Sentra Kerajinan ini terdapat di Desa Senenan, dekat Rumah Sakit Kartini Senenan Jepara.

Industri Mebel dan Kerajinan merupakan industri andalan kabupaten Jepara. Industri tersebut telah menjadi tulang punggung perekonomian Jepara. pariwisata Jepara memiliki banyak objek menarik yang dapat dikembangkan lebih baik lagi, diantaranya Pantai Kartini, Bandengan dan karimun jawa. karena keterbatasan APBD yang ada, maka pengembangan pun belum optimal. selain itu, yang saat ini menarik adalah wisata budaya dan wisata industri. industri mebel dan ukir jepara yang berbasis HOME INDUSTRI dan merupakan kerajinan tangan dapat pula dikembangkan menjadi wisata industri sekaligus wisata belanja produk kerajinan jepara.

Kemampuan masyarakat Jepara di bidang ukir kayu juga diwarnai dengan legenda . Dikisahkan, pada jaman dahulu ada seorang seniman bernama Ki Sungging Adi Luwih yang tinggal di suatu kerajaan. Ketenaran seniman ini didengar oleh sang raja yang kemudian memesan gambar permaisuri. Singkat cerita, KiSungging berhasil menyelesaikan pesanan dengan baik. Namun ketika ia akan menambahkan warna hitam pada rambut, terpeciklah tinta hitam dibagian pangkal paha gambar sang permaisuri sehingga nampak seperti tahi lalat. Gambar ini kemudian diserahkan kepada raja yang sangat kagum terhadap hasil karya Ki Sungging.
Namun raja juga curiga karena ia melihat ada tahi lalat dipangkal paha. Raja menduga Ki Sungging talah melihat permaisuri telanjang. Oleh karena itu raja berniat menghukum Ki Sungging dengan membuat patung di udara dengan naik layang-layang. Pada waktu yang telah ditentukan ki Sungging naik layang-layang dengan membawa pelengkapan pahat untuk membuat patung permaisuri.

Namun karena angina bertiup sangat kencang, patung setengah jadi itu akhirnya terbawa angin dan jatuh di pulau Bali. Benda ini akhirnya ditemukan oleh masyarakat Bali, sehingga masyarakat setempat sekarang dikenal sebagai ahli membuat patung. Sedangkan peralatan memahat jatuh di belakang gunung dan konon dari kawasan inilah ukir Jepara mulai berkembang.

terlepas dari cerita legenda maupun sejarahnya, seni ukir Jepara kini telah dapat berkembang dan bahkan merupakan salah satu bagian dari “nafas kehidupan dan denyut nadi perekonomian “ masyarakat Jepara.
Gambar – gambar diatas Saya ambil saat jalan – jalan di Jepara tepatnya di daerah Tahunan. Karena disana merupakan sentra pertokoan ukir – ukiran baik itu souvenir, kaligrafi, maupun barang – barang keperluan rumah tangga seperti lemari, meja dll.

referensi : wikipedia & jeparakab

Posted in indikasi geografis jepara, indikasi geografis produk, Industri Mebel Ukir Jepara, industri ukir, jepara, kecamatan Jepara, Kecamatan Karimun Jawa, Kerajinan Patung & Ukiran, kota jepara, kota ukir, ra kartini, seni kaligrafi, seni ukir, seni ukir jepara, seni ukir klasik, seniman ukir jepara, sentra industri ukir, sentra kerajinan ukir kayu, ukir, ukir kayu, ukir kayu di jepara, ukir kayu jepara, Ukiran Relief 3 Dimensi Unik Khas Jepara, Ukiran relief Jepara | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

history of jepara carving

Posted by amiruljepara on October 5, 2011

history of jepara carving

history of jepara carving

Menurut Legenda
Dikisahkan seorang ahli seni pahat ukir dan lukis bernama Prabangkara yang hidup pada masa Prabu Brawijaya dari Kerajaan Majapahit, pada suatu ketika sang raja menyuruh Prabangkara untuk membuat lukisan permaisuri raja sebagai ungkapan rasa cinta beliau pada permaisurinya yang sangat cantik dan mempesona.

Lukisan permaisuri yang tanpa busana itu dapat diselesaikan oleh Prabangkara dengan sempurna dan tentu saja hal ini membuat Raja Brawijaya menjadi curiga karena pada bagian tubuh tertentu dan rahasia terdapat tanda alami/khusus yang terdapat pula pada lukisan serta tempatnya/posisi dan bentuknya persis. Dengan suatu tipu muslihat, Prabangkara dengan segala peralatannya dibuang dengan cara diikat pada sebuah layang-layang yang setelah sampai di angkasa diputus talinya.

Dalam keadaan melayang-layang inilah pahat Prabangkara jatuh di suatu desa yang dikenal dengan nama Belakang Gunung di dekat kota Jepara.
Di desa kecil sebelah utara kota Jepara tersebut sampai sekarang memang banyak terdapat pengrajin ukir yang berkualitas tinggi. Namun asal mula adanya ukiran disini apakah memang betul disebabkan karena jatuhnya pahat Prabangkara, belum ada data sejarah yang mendukungnya.

Menurut Sejarah
Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat, terdapat seorang patih bernama Sungging Badarduwung yang berasal dari Campa (Kamboja) ternyata seorang ahli memahat pula. Sampai kini hasil karya Patih tersebut masih bisa dilihat di komplek Masjid Kuno dan Makam Ratu Kalinyamat yang dibangun pada abad XVI.

Keruntuhan Kerajaan Majapahit telah menyebabkan tersebarnya para ahli dan seniman hindu ke berbagai wilayah paruh pertama abad XVI. Di dalam pengembangannya, seniman-seniman tersebut tetap mengembangkan keahliannya dengan menyesuaikan identitas di daerah baru tersebut sehingga timbulah macam-macam motif kedaerahan seperti : Motif Majapahit, Bali, Mataram, Pejajaran, dan Jepara yang berkembang di Jepara hingga kini.  the claim token 5ZFK68VYCWCQ

Posted in ahli seni pahat, belakang gunung jepara, jepara, kota jepara, lukisan permaisuri raja, mojopahit, motif, motif bali, motif jepara, motif majapahit, motif majapihatan, motif pejajaran, pahat prabangkara, pengrajin dan pengusaha jepara, pengrajin ukir yang berkualitas tinggi, Prabangkara, raja brawijaya, ratu kalinyamat, Sungging Badarduwung, ukiran champa | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Ukiran Relief 3 Dimensi Unik Khas Jepara

Posted by amiruljepara on October 4, 2011

Ukiran Relief 3 Dimensi Unik Khas Jepara

Ukiran Relief 3 Dimensi Unik Khas Jepara

BOGOR, Indonesia (14 Juli, 2011)_Anda mungkin dapat dengan mudah menemukan ukiran 2 dimensi atau bahkan sudah memiliki beberapa produknya sebagai komponen dekorasi rumah. Tetapi tahukah anda bahwa Jepara, sebuah kabupaten kecil di Jawa Tengah, adalah surga ukiran relief 3 dimensi, sebuah karya ukir yang unik karena diukir tanpa ada sambungan antar bagiannya dan setiap bagian menceritakan tentang sebuah bagian cerita yang unik.
Ukiran relief Jepara menceritakan tentang berbagai aspek kegiatan sehari-hari atau budaya masyarakat di Jepara. Karya ukirnya terlihat unik dan berbeda karena diukir berlapis yang menceritakan secara detail tentang sebuah cerita.Seorang pengukir relief 3 dimensi dapat diumpamakan seperti seorang anak yang mencoba menumpahkan dan mendokumentasikan imaginasinya tentang sebuah cerita kehidupan pada sepotong kayu jati.
Ukiran relief 3 dimensi ini menggunakan bahan baku utama kayu jati karena kayu jatilah yang memiliki karakteristik yang tepat untuk pembuatan karya seni ini. Kayu jati umumnya dipanen dari perkebunan kayu jati dan bukan berasal dari hutan-hutan alam.
“Proses pembuatan ukiran relief 3 dimensi sangatlah rumit dan bila hanya dikerjakan oleh seorang pengukir maka akan membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk menyelesaikan ukiran relief berukuran 2,5 m2”, kata Sutrisno, seorang seniman pengukir relief yang juga anggota utama dari Asosiasi Pengrajin Kecil Jepara.
Senenan adalah pusat kerajinan ukir relief 3 dimensi di Jepara dengan 180 pengusaha skala kecil. Namun masa depan dari karya seni berkualitas tinggi ini sudah mulai terancam. “Kerumitan pembuatannya dan penggunaan kayu jati sebagai bahan bakunya membuat produk ini menjadi padat modal namun membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan keuntungan”, kata Sutrisno. “Seni ukir relief di Jepara semakin jarang sekarang karena banyak pengrajin mulai beralih kepada produksi mebel non-relief”, tambahnya.
Selain ukiran relief 3 dimensi, Jepara juga memiliki sentra-sentra ukiran lainnya seperti sentra ukir patung di Mulyoharjo. Proyek Rantai Nilai Mebel (Furniture Value Chain (FVC)) yang dilakukan oleh CIFOR mendukung para pengrajin mebel dan ukiran skala kecil melalui riset kaji tindak (action research), mendukung penanaman jati unggul cepat panen, peningkatan kapasitas pengrajin dan pihak-pihak terkait, pembentukan asosiasi dan membangun jejaring.
Proyek ini saat ini sedang berusaha mempromosikan sentra-sentra mebel dan ukiran ini sebagai tujuan pariwisata di Jepara. “Peta Wisata dan Belanja Mebel Jepara” yang baru saja diluncurkan adalah salah satu alat untuk menarik para wisatawan untuk mengunjungi sentra-sentra tersebut.
“Melalui pariwisata berbasis mebel, kami berharap dapat mempromosikan upaya-upaya untuk melestarikan warisan budaya bernilai tinggi ini”, kata Herry Purnomo, peneliti CIFOR yang juga Koordinator proyek FVC.

sumber : blog.cifor.og

Posted in Asosiasi Pengrajin Kecil Jepara, Asosiasi Pengrajin Kecil Jepara (AKPJ), daun sunggar, dekorasi ukir, jasa ukiran, jepara, jepara kota ukir, pariwisata di jepara, perkebunan kayu jati, seniman ukir jepara, Sutrisno, ukir, ukir jepara, ukir kayu, ukir kayu di jepara, ukir-ukiran yang khas, ukiran, ukiran 2 dimensi, ukiran betuk susun, ukiran jepara, Ukiran Relief 3 Dimensi Unik Khas Jepara, Ukiran relief Jepara | Tagged: , , , , , , , | 1 Comment »

Kasus Ukiran Jepara: Sebuah Pelajaran Berharga

Posted by amiruljepara on October 4, 2011

kasus ukiran jepara

kasus ukiran jepara

Mungkin di antara kita ada yang pernah mendengar kasus ukiran Jepara yang melibatkan orang-orang asing? Kasus itu merupakan warning bagi kita semua betapa sistem perlindungan HKI masih belum sepenuhnya dipahami oleh banyak pihak,bahkan termasuk para penegak hukum sendiri. Kasus ini juga membuktikan adanya misappropriation atau pengambilan hak-hak masyarakat Jepara secara tidak sah oleh orang asing atas karya tradisional mereka berupa ukir-ukiran yang khas itu.

Kasusnya dimulai dari adanya sengketa antara orang-orang asing (Inggris vs Belanda) berkenaan dengan penggunaan desain ukiran Jepara. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membahas sengketa itu sendiri, melainkan lebih pada pengungkapan adanya kesalahpahaman antara sistem perlindungan hak cipta dan sistem perlindungan desain industri. Selain itu, tulisan ini juga dimaksudkan untuk menunjukkan kepada masyarakat tentang bagaimana warisan budaya nasional, seperti ukir-ukiran Jepara telah diklaim sebagai desain milik orang asing.

Secara singkat kasusnya dapat digambarkan sebagai berikut: sebuah perusahaan milik orang asing (Inggris) telah membuat katalog, yang di dalamnya terdapat gambar-gambar desain ukiran Jepara. Perusahaan itu telah mendaftarkan katalog tersebut ke kantor HKI dalam rangka memperoleh perlindungan hak cipta. Belakangan, gambar-gambar itu muncul di dalam website yang digunakan oleh orang asing lainnya (Belanda) untuk mempromosikan kegiatan usahanya sebagai pedagang mebel. Orang Inggris mengadukan orang Belanda dengan tuduhan melanggar hak cipta karena telah mengumumkan melalui website desain “miliknya” yang terdapat dalam katalog tersebut.

Dengan pendaftaran dan klaim ini boleh jadi para pengukir Jepara nantinya akan terancam tuduhan melakukan pelanggaran desain jika mereka mengekspor hasil karya mereka ke luar negeri, khususnya ke Eropa. Ini akan menjadi sebuah ironi yang menyedihkan ketika para pengukir tradisional justru terancam haknya untuk menggunakan desain tradisional milik mereka sendiri.

Jika perusahaan atau orang Inggris itu memang berminat memperoleh perlindungan desain, ia seharusnya bukan
mendaftarkan katalog dalam rezim hak cipta, melainkan mendaftarkan dalam rezim desain industri.

Dengan demikian, klaim bahwa desain yang terdapat di dalam katalog itu adalah juga milik dari perusahaan yang mendaftarkan katalog jelas lumayan lucu. Apalagi desain ukiran Jepara adalah warisan budaya dan menjadi hak dari masyarakat Jepara.

Jika desain itu kemudian diklaim sebagai milik perusahaan asing, maka hal itu merupakan tindakan misappropriation yang sangat transparan yang dilakukan oleh orang asing terhadap warisan budaya bangsa, khususnya. (DR.Agus Sardjono)

sumber : www.export-import-indonesia.com

Posted in desain tradisional, design motif ukir, design ukir, design ukir jepara, hak dari masyarakat Jepara, HKI perlindungan ukir jepara, karya tradisional, Kasus Ukiran Jepara, katalog, masyarakat jepara, misappropriation, para pengukir Jepara, penggunaan desain ukiran Jepara, pengukir Jepara, ukir kayu di jepara, ukir kayu jepara, ukir tradisional, ukir-ukiran Jepara, ukir-ukiran yang khas | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Ragam hias Madura

Posted by amiruljepara on October 3, 2011

motif ukiran madura

motif ukiran madura

Ragam hias Madura merupakan expresi yang dinamis, hal ini menunjukkan sifat atau tabiat dari pada peciptanya. Ragam hias Madura merupakan gubahan dari daun-daun yang lebar dan kaku. Dan banyak ditetapkan ukiran betuk susun.

Ragam hias Madura terdiri dari : Pangkal daun pokok, Daun pokok, Benangan, Ulir, Pecahan / cawen.

Uraian :
“Pangkal Daun Pokok”
Pada pelaksanaan pengetrapan motif ini pangkal daun pokok banyak diexpresikan menjadi bunga, atau bunga yang masih dalam kuncup.
“Daun Pokok”
Daun pokok merupakan gubahan dari daun yang besar bersifat kaku, disana sini tumbuh caweanan yang besar, daun pokok di ukir secara krawingan atau cekung, hingga seolah-olah mengexpresikan daun pakis.
“Benangan”
Benangan pada ragam hias Madura sifatnya timbul dan cekung.
“Ulir”
Ulir pada ragam hias Madura hanya diterapkan pada ujung-ujung daun pokok saja.
“Pecahan”
Pecahan pada ragam hias Madura ini mempunyai corak khusus yaitu : besar dan dalam. Tiap bentuk pecahan diakhiri dengan bentuk sobekkan daun yang timbul.

Posted in benangan, caweanan, daun pokok di ukir secara krawingan atau cekung, motif madura, pecahan, Ragam hias Madura, ukiran betuk susun | Tagged: , , , , , , , , | 1 Comment »