Jasa Ukir Online – Jasa Ukiran Khas Jepara

kami menerima jasa pengukiran majapahit kuno, mataram, modern eropa dan ukiran khas jepara lainnya serta jasa design ukiran

Archive for the ‘motif ukir’ Category

Gaya Ukiran Jepara yang Alami

Posted by amiruljepara on June 4, 2012

Seni ukir merupakan salah satu tradisi utama masyarakat Jepara yang sejak dulu sampai sekarang masih mempertahankan ciri khas utamanya. Salah satunya adalah pada warna ukiran Jepara lebih banyak menggunakan warna alami (warna kayu).

Tradisi yang mempertahankan keaslian warna kayu ini tak lepas dari daerah Jepara yang tidak terikat oleh wilayah keraton sebagai pusat pengendali karena jaraknya yang relatif jauh, sehingga simbolisasi warna dalam kejawen tidak begitu nampak pada gaya ukiran Jepara.

Beberapa contoh gaya ukiran Jepara yang masih menggunakan gaya alami terdapat pada ukiran Pintu Bledek dan juga ukiran pada tiang pendopo Masjid Demak. Motif ukiran yang digunakan pada umumnya memiliki ciri naturalis yang distilisasikan seperti yang terdapat pada gaya ukiran Jepara.

Namun dalam perkembangan masa kini, warna ukiran lebih banyak dimanfaatkan sebagai unsur dekoratifnya. Selain menghadirkan kesan warna barang yang sudah berumur lama, seperti warna biru hijau, merah, kuning emas, atau warna gelap agak kusam.

dikutip dari : www.igjepara.com

Posted in jasa ukir, jasa ukir jepara, jasa ukir kayu, jasa ukiran, kerajian ukir, kota ukir, mebel ukir, mebel ukir dijepara, motif ukir, pengrajin, pengrajin ukir, pengusaha ukiran, produk ukir, seni ukir, seni ukir jepara, seni ukir yogyakarta, sentra industri ukir, ukir kayu di jepara, ukir kayu jepara, ukir masjid mantingan, ukir tradisional, ukiran, ukiran jepara | Leave a Comment »

Ragam hias Jepara

Posted by amiruljepara on October 3, 2011

ragam hias jepara

motif ukiran jepara

Ragam hias Jepara merupakan expresi dari pada bentuk-bentuk tanaman yang menjalar.  Tiap ujung relungnya berjumbai daun-daun krawing yang sangat dinamis, biasana di tengah jumbai terdapat buah-buah kecil yang berbentuk lingkaran.
Ciri ragam hias ini dapat dilihat dengan adanya berjenis-jenis burung Merak. Tangkai relungnya panjang-panjang melingkar disana sini membentuk cabang kecil, berfungsi sebagai pengisi ruang / pemanis.
Pelaksanaan penampoang tangkai berbentuk segitiga. Daun-daun trubusan keluar bebas pada setiap tangkai relung.

Ragam hias Jepara terdiri dari : Tangkai Relung, Jumbai/Ujung Relung, Trubusan.

Uraian :
“Tangkai Relung”
Tangkai Relung dari ragam hias Jepara ini berbentuk garis memanjang dan menjalar dengangayamelingkar. Penampang tangkai relung ini berbentuk segitiga dalam pelaksanaannya.

“Jumbai/Ujung Relung”
Pada ragam hias  Jepara juga merupakan kumpulan bermacam-macam daun seperti kipas yang sedang terbuka dengan disertai ujung-ujung daun yang runcing. Pada pangkal daun biasanya keluar buah 3 atau 4 biji.

“Trubusan”
Daun trubusan dalam ragam hias ini ada 2 macam :

  1. Yang keluar dari sepanjang tangkai relung.
  2. Yang keluar dari ruas / cabang

Pada trubus ini biasanya dibuat buah-buah lingkaran yang berjajar memanjang. Ragam hias Jepara banyak digunakan pada fentelasi-fentilasi / lubang angin pada pintu-pintu rumah adat / masjid-masjid.

Posted in fentelasi, Jumbai/Ujung Relung, lubang angin, masjid, motif jepara, motif ukir, motif ukir khas jepara, motif ukiran jepara, pintu rumah adat, ragam hias jepara, Tangkai Relung, trubusan | Tagged: , , , , , , , , | 7 Comments »

Pemkab Jepara mematenkan 99 motif ukiran Jepara

Posted by amiruljepara on September 28, 2011

Motif Ukiran Khas Jepara

Motif Ukiran Khas Jepara

JEPARA,  Pemerintah Kabupaten Jepara mematenkan 99 motif ukir khas Jepara sekaligus mengajukan indikasi geografis produk-produk khas Jepara kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Tujuannya, melindungi motif ukir dan produk khas Jepara dari klaim negara lain, terutama dalam menyongsong perdagangan bebas ASEAN-China.

Bupati Jepara Hendro Martojo hari Kamis (18/2/2010) di Jepara, Jawa Tengah, mengatakan, perlindungan motif ukir khas Jepara sangat diperlukan. Kalau tidak dipatenkan, motif itu akan ditiru atau bahkan diklaim negara lain sehingga merugikan para perajin Jepara. Motif ukir yang dipatenkan itu, antara lain, adalah motif majapahitan dan kartini.

Pemkab Jepara juga berupaya melindungi produk-produk khas yang dihasilkan Jepara, antara lain adalah susu kambing Kali Jesing, ukiran Jepara, kerupuk tenggiri, kacang open, dan blenyek ngemplak Jepara (sejenis ikan laut yang dikeringkan). Untuk itu, pemerintah mengajukan perlindungan indikasi geografis,” katanya.

Indikasi geografis merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan asal produk barang atau jasa dari sebuah negara atau daerah terkait faktor alam, manusia, dan daerah asal.

Secara terpisah, Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Jepara Akhmad Fauzi mengemukakan, Pemkab Jepara jangan terfokus pada perlindungan produk, tetapi juga perlindungan pengusaha lokal. Pemerintah perlu memerhatikan dan mengambil kebijakan-kebijakan yang pas terkait persoalan itu. (HEN)

sumber : kompas cetak

Posted in 99 produk asli jepara, blenyek ngemplak jepara, bupati jepara, hendro martojo, indikasi geografis, indikasi geografis jepara, indikasi geografis produk, jepara, jepara kota ukir, jepara motif, jepara sebagai pusat ukir, kacang open, kartini, kerajinan ukir jepara, kerupuk tengiri, motif, motif carving jepara, motif jepara, motif majapihatan, motif ukir, motif ukir khas jepara, motif-motif, mtif majapahitan, pemkab jepara, pengrajin, pengrajin jepara, pengrajin ukir, perlindungan indikasi geografis, susu kambing kali jesing, ukir, ukir kayu jepara, ukiran, ukiran jepara | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

Motif Carving Jepara

Posted by amiruljepara on September 28, 2011

characteristics of general and special

characteristics of general and special

The forms of leaf carving on this motif form a triangle and oblique. At each end there are usually leaves or fruits with flowers will form a circle. The form is not just a single circle, but the shape is more than one or terraced. The circle at the base of larger, more to the tip has narrowed. There is also going to flower or fruit in the form of a large circle surrounded by several smaller circles.
SHAPE MOTIF:
1. Of Leaves.
Principal leaf motif has its own style, which is dome-shaped and circular-niche. At the finish there are niches that gather leaves.
Principal form of dome-shaped leaf-carved this niche when sliced, incorporating a triangular prism.
2. Flower AND Fruit.
Flowers and fruit at this Jepara motif convex (rounded) as fruit wine or fruit Wuni arranged rows or clustered. This flower is often found on the corner of the meetings niche of the principal or there are leaves on the end niche surrounded by leaves, while the interest follows the shape of its leaves.
3. Fractions.
In the fractional leaf motif carvings have 3 pieces of lines that follow the direction of leaf shape, so it looks like a light.
4. Facts:
Carving Jepara motif is basically made most of the base or not so deep, often made on the basis of (invisibility), engraving is often called krawangan carving or engraving a glass insert. Jepara carving motif is often used to decorate your craft goods.

Posted in carving jepara motif, characteristics of general and special jepara, craft goods, jepara motif, leaf motif carving, motif, motif carving jepara, motif jepara, motif ukir, motif-motif, special carving jepara, stlyle motif from jepara | Tagged: , , | Leave a Comment »

Ragam hias Pekalongan

Posted by amiruljepara on September 27, 2011

motif-ukiran-khas-Pekalongan

motif-ukiran-khas-Pekalongan

Ragam hias Pekalongan merupakan hasil gubahan bentuk tanaman yang menjalar, disusun mengikal ke kiri dan ke kanan berganti-ganti. Pada bentuk ikal daun pokok diliputi tumbuhnya daun yang besar-besar, dan bagian ujung ikal terdapat bentuk buah/bunga yang sebagian permukaannya masih tertutup daun.
Ragam hias ini sebagian besar daunnya dilaksanakan dalam bentuk krawing atau cekung. Begitu pula pada bagian-bagian yang kosong tidak dibuat lemahan, tetapi dilaksanakan tembus atau krawangan. Pengetrapan ragam hias ini kebanyakan pada bagian-bagian rumah (gebyok, tebeng, peturon dan pintu angin )
Unsur-unsur yang penting pada ragam hias ini adalah : Daun pokok, Daun klewer, Trubusan, Bunga, Buah, Benangan dan Pecahan.

Uraian:
“Daun Pokok”
Daun pokok dalam ragam hias ini merupakan bentuk ikal.
“Daun Klewer”
Daun yang tumbuh menjulang dengan irama ukir yang dinamis.
“Trubusan”
Daun-daun yang kecil dan tumbuh berderet di sepanjang daun pokok, dan pangkal sampai pada ujungnya.
“Bunga”
Ragam hias ini, mempunyai bunga seperti padma.
“Buah”
Bentuk buah yang selalu tertutup sebagian permukaannya dengan pecahan cacah gori (Jawa)
“Benangan dan Pecahan”
Benangan dan Pecahan merupakan garis-garis variasi untuk mengisi bidang daun yang lebar, supaya kelihatan lebih indah.

Posted in benangan, buah, bunga, daun klewer, daun pokok, gebyok, motif pekalongan, motif seni ukir, motif ukir, motif ukiran pekalongan, pecahan, peturon, pintu angin, ragam hias pekalongan, tebeng, trubusan | Tagged: , , | 1 Comment »