Jasa Ukir Online – Jasa Ukiran Khas Jepara

kami menerima jasa pengukiran majapahit kuno, mataram, modern eropa dan ukiran khas jepara lainnya serta jasa design ukiran

Archive for the ‘motif seni ukir’ Category

Furniture Amirul Group

Posted by amiruljepara on April 9, 2013

furniture jepara

furntiure jepara dan mebel jepara

Furniture amirul group adalah toko mebel jepara yang bergerak dibidang pembuatan meubel & furniture Indonesia dengan mengedepankan untuk membantu masyarakat indonesia guna mendapatkan barang furniture yang berkualitas dengan harga murah. kekayaan alam di Indonesia khususnya kayu sangat melimpah dengan itulah kami membuat barang furniture. dengan legalitas kayu dari Perum Perhutani membuat barang furniture kami terjamin secara hukum dan kualitas kayu. dalam pembuatan meubel & furniture kami selalu menekankan pada karyawan dan pengrajin kami untuk selalu bekerja dengan sepenuh hati seolah-olah barang furniture & meubel yang kami produksi untuk dipakai sendiri. dan satu lagi yang selalu kami tanamkan adalah rasa saling menghargai sesama dan kami sepakat untuk menyumbangkan sebagian hasil penjualan barang meubel & furniture 2,5% kepada yatim & piatu. semoga kegiatan kami bisa menjadi inspirasi bagi pelaku meubel & furniture lainnya untuk peduli terhadap sesama.

Untuk menuju website kami bisa mengklik tautan dibawah ini :

www.amirulgroup.com

Posted in booming industri mebel ukir Jepara, ekspor mebel furniture, furniture, furniture jati jepara, furniture jepara, furniture set, furniture set indonesia, Garden Furniture, industri mebel dan ukiran, jasa furniture, jepara, jepara produsen mebel ukir, kabupaten jepara, kayu jati, kerajinan kayu, kerajinan meubel, Kerajinan Patung & Ukiran, kota jepara, mebel, mebel indoor, mebel outdoor, mebel set, mebel set indonesia, mebel ukir, mebel ukir dijepara, meubel ukir, motif seni ukir, produk industri ukir, produk jepara, produk mebel, produk mebel ukir Jepara | Tagged: | Leave a Comment »

Pintu Gerbang Dari Ukiran Es Di Rusia

Posted by amiruljepara on June 4, 2012

Sayang anak ala Rusia, seorang bapak melintasi di pintu gebang es sambil menarik selancar es yang dinaiki anaknya. Foto by Syaripudin Zuhri.

Sayang anak ala Rusia, seorang bapak melintasi di pintu gebang es sambil menarik selancar es yang dinaiki anaknya. Foto by Syaripudin Zuhri.

Biasa di hari libur tak usah berat-berat, yang ringan ringan saja, kali ini saya ajak anda jalan-jalan melihat pintu gerbang yang terbuat dari es. Ini memang kebiasaan di Rusia saat musim dingin, ada saja cara mereka memanfaatkan musim yang ada, tak dibiarkan musim yang sedang berjalan begitu saja tanpa ada suatu kreatifitas yang ada di dalamnya.  Banyak kreasi yang dibuat oleh orang Rusia yang tak terpikir oleh kita, bangsa Indonesia. Salah satunya yang melegenda adalah “pohon cinta” yang terbuat dari gembok!

Ya ada-ada saja cara mereka mengabadikan cinta, di pohon gembok anda akan menemukakan ribuan pasangan pengantin yang namanya sengaja di cat, di ukir, di grafir dan sebagainya, pokoknya menarik dan lagi-lagi membawa wisatawan dari mancanegara akan datang ke tempat ini. Mungkin kalau di Indonesia, misalnya di Jakarta, entah di Monas, TMII,  Dupan membuat “pohon cinta” pasti menarik, jangan lupa ini dikelola oleh pemerintah daerah, bukan swasta, kalau swasta tujuannya mencari untung melulu!

Pengunjung sedang memasuki pintu gerbang terbuat dari es. Perhatikan bintik-bintik hitam pada pintu gerbang , itu adalah koin rubel yang sengaja ditempeli oleh pengunjung. Foto by Syaripudin Zuhri.

Pengunjung sedang memasuki pintu gerbang terbuat dari es. Perhatikan bintik-bintik hitam pada pintu gerbang , itu adalah koin rubel yang sengaja ditempeli oleh pengunjung. Foto by Syaripudin Zuhri.

Jadi pemerintah daerah, misalnya dalam hal ini DKI Jakarta, menyediakan suatu tempat yang strategis, lalu menyediakan “pohon cinta” tersebut, yang nantinya setiap “daun” dalam hal ini adalah gembok digantungkan oleh pasangan pengantin baru dari berbagai daerah, wah pasti unik dan akan menarik perhatian pengunjung. dengan demikian akan menambah semarak kota tersebut dan akan membawa cerita sendiri bagi pengunjungnya. Untuk cerita “pohon cinta” yang berasal dari gantungan gembok ini secara panjang lebar sudah saya tulis di ruang ini juga, yang tertarik bisa lihat di indek.

Sekarang kita kembali ke pintu gerbang yang terbuat dari es,  di dalamnya anda bisa menemukan kreasi berbagai macam benda yang terbuat dari es. Acaranya berlangsung sebulan, dari bulan Januari- Februari 2011, tepatnya selama berada di puncak musim dingin, karena mulai bulan Maret musim dingin perlahan akan berganti ke musim semi, otomatis suhu akan naik dari yang biasanya minus belasan, menjadi plus belasan! Dengan demikian es otomatis akan cair dan saljupun akan hilang secara perlahan-lahan.

Di mana tempatnya? Biasanya diadakan di tempat-tempat rekreasi yang sering dikunjungi warga di Moskow, bisa di Park Culture, Park Pabedi, WNNH, Park Sokolniki dan lain sebagainya. Nah yang saya tampilkan di sini, adanya di dekat stasiun  metro WDNH. Pintu gerbang es ini saya kunjungi seminggu sebelum terjadi peledakan bom yang di airport Domodedovo, jadi tepatnya dua minggu yang lalu dipertengahan bulan Januari 2011. Lokasinya persis berada di belakang stasiun  metro WDNH atau di sebelah Barat metro WDNH, di mana terdapat patung pesawat  yang diluncurkan ke angkasa.

Di depan patung yang menjulang tinggi ini ada taman yang luas menghadap ke jalan raya Propek Mira atau jalan raya Perdamaian, bisa juga disebut jalan raya Dunia, karena arti Mira di situ bisa perdamaian, bisa juga dunia. Kalau anda datang dari arah jalan raya Prospek Mira tadi, di kiri kanan anda ada patung-patung para ahli astronomi bangsa Rusia setengah badan, para tokoh yang telah menyumbangkan jasanya untuk astronomi Rusia, sekaligus Dunia. Di tengah-tengahnya anda langsung berhadapan dengan patung seluruh badan dari seorang ilmuwan Rusia di bidang penelitian astronomi, Ciolkovsky, yang sedang duduk dengan gagahnya. Jadi patung ini menghadap ke jalan raya dunia itu!

Lebih unik lagi kalau anda membawa mobil dan dari arah Selatan di jalan Prospek Mira ini menuju WDNH, maka dari jarak beberapa km anda dapat melihat patung pesawat ini persis seperti berada di tengah jalan-jalan, dan anda seperti sedang jalan menuju langit, karena jalan raya tersebut dibuat searah dengan berdirinya patung pesawat tadi, tapi semakin dekat ternyata jalan itu membelok ke kiri dan ke kanan, jadi bentuk jalan seperti segi tiga sama kaki, benar-benar luar biasa cara mereka menata kotanya, sampai jalanpun bisa di tata sedemikian rupa, sehingga, sekali lagi, ketika anda mengendarai  mobil dari arah Prospek Mira ke WDNH  dari arah Selatan tadi, anda seakan  berjalan menuju ke langit! Ruar biasa ! ( sengaja pakai “R” bulan “L”).

Nah setelah anda masuk ke taman ini, anda akan menemukan pintu gerbang yang terbuat dari es, ya pintu gerbang sementara pertunjukan seni ukir mengukir es, yang memang setiap tahun di musim dingin selalu di adakan. Yang sudah-sudah, anda bisa duduk dan berfoto dengan petung manusia yang terbuat dari es, patung yang dibuat persis dan di desain khusus sedang duduk dikursi panjang, kalau berfoto bisa sambil di pangku oleh patung tersebut, atau duduk sejajar dengannya, atau bisa juga bersandar dengan patung tesebut, seperti sepasag kekasih, tentu bagi yang perempuan, karena patungnya laki-laki!

Kali ini patung es yang mereka buat di pintu gerbangnya adalah sepasang kosmonot( astronot), lengkap dengan pakaian antariksanya. Oya, kalau anda masuk ingin melihat-lihat di dalamnya, anda bisa membeli karsis 200 rubel untuk dewasa, dan 100 rubel untuk mahasiwa dan pelajar serta anak-anak. Tempat pembelian tiket ada di sisi kiri dari pintu gerbang es tadi. Dan kalau anda tak masuk, ya tak apa-apa, anda bisa jalan-jalan disekitar taman kosmonot ini, nah karean musim dingin dan angin kencang, karena ini di lapangan terbuka, jadi jangan lupa menutup seluruh anggota tubuh dengan jaket, kaos tangan, syal dan lain sebagainya, bila anda tak ingin beku!

Dari tempat ini anda bisa masuk ke musium aeronautica yang hangat, karena di dalam ruangan dan anda bisa ngeteh dan ngopi atau makan siang di dalamnya, di dalam musium aeronautica ini ada kafe. Sip lah, dingin-dingin ngopi sambil makan roti hangat,  di dalam musium. Oya jangan ke luar dulu dari musium, kalau anda masih merasa kedinginan setelah berlama-lama di luar tadi. Itu memang salah satu strategi di musim dingin di Rusia, lagi jalan-jalan kedinginan, masuk saja ke magazin, itu istilah toko di Rusia, bukan majalah! Cari kehangatan di dalamnya, setelah itu jalan lagi, bila badan sudah merasa hangat, begitulah cara atau strategi menghadapi musim dingin di Rusia bila anda sedang berjalan-jalan, bila tidak bibir anda membiru, tangan gemetaran, mata berair dan ujung-ujung jari kaki, bukan lagi dingin, tapi terasa panas, nah unikan, karena sangat dinging kaki di dalam sepetu  menjadi panas!

Lalu apa yang mau diambil pelajaran dari seni ukir es tadi?  Banyak, paling tidak munculnya kreatifitas dari orang Rusia di musim dingin yang membekukan, mereka tetap berkarya! Bukan malah menyesali  iklim yang memang tidak bisa dirubah. Optimisme hidup gaya orang Rusia perlu kita contoh, betapapun dinginya mereka tetap berkarya atau bekerja, ada saja sesuatu yang mereka kerjakan. Bahkan dengan adanya salju atau dingin yang membekukan telah melahirkan karya-karya besar sastera, puisi, novel, sinetron film dll. Ingat novelnya kang Abik, “Bumi Cinta” itu berlatar belakang Rusia, padahal itu hanya main di tataran imajinasi dan bersumber di internet, google, peta dll.

Jadi jangan biarkan waktu berlalu tanpa karya, ada sesuatu yang harus dilakukan selama napas masih dititipi oleh yang Maha Kuasa! Oke sekian dulu.

dikutip dari : http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/01/30/pintu-gerbang-dari-ukiran-es-di-rusia/

Posted in design ukir, industri ukir, jasa ukir, kerajian ukir, kerajinan ukir, kerajinan ukir jepara, kota ukir, mebel ukir, motif seni ukir, patung es, pengrajin ukir, produk ukir, seni ukir, seni ukir jepara, seni ukir klasik, ukir, ukir es, ukiran, ukiran es, ukiran klasik | Leave a Comment »

Mengenal Potensi Masyarakat Jepara Sebagai Kota Ukir

Posted by amiruljepara on October 24, 2011

jasa ukir jepara

jasa ukir jepara

Satu citra yang telah begitu melekat dengan Jepara adalah predikatnya sebagai “Kota Ukir”. Ukir kayu telah menjadi idiom kota kelahiran Raden Ajeng Kartini ini, dan bahkan belum ada kota lain yang layak disebut sepadan dengan Jepara untuk industri kerajinan meubel ukir. Namun untuk sampia pada kondisi seperti ini, Jepara telah menapak perjalana yang sangat panjang. Sejak jaman kejayaan Negara-negara Hindu di Jawa Tengah, Jepara Telah dikenal sebagai pelabuhan utara pantai Jawa yang juga berfungsi pintu gerbang komunikasi antara kerajaan Jawa denga Cina dan India .

Demikian juga pada saat kerajan Islam pertama di Demak, Jepara telah dijadikan sebagai pelabuhan Utara disamping sebagai pusat perdagangan dan pangkalan armada perang. Dalam masa penyebaran agama Islam oleh para Wali, Jepara juga dijadikan daerah “ pengabdian” Sunan Kalijaga yang mengembangkan berbagai macam seni termasuk seni ukir.

Factor lain yang melatar belakangi perkembangan ukir kayu di Jepara adalah para pendatang dari negeri Cina yang kemudian menetap. Dalam catatan sejarah perkembangan ukir kayu juga tak dapat dilepaskan dari peranan Ratu Kalinyamat . Pada masa pemerintahannya ia memiliki seorang patih yang bernama “Sungging Badarduwung” yang berasal dari Negeri Campa Patih ini ternyata seorang ahli pahat yang dengan sukarela mengajarkan keterampilannya kepada masyarakat disekitarnya Satu bukti yang masih dapat dilihat dari seni ukir masa pemerintahan Ratu Kalinyamat ini adalah adanya ornament ukir batu di Masjid Mantingan.

Disamping itu , peranan Raden Ajeng Kartini dalam pengembangkan seni ukir juga sangat besar. Raden Ajeng Kartini yang melihat kehidupan para pengrajin tak juga beranjak dari kemiskinan, batinnya terusik, sehingga ia bertekat mengangkat derajat para pengrajin. Ia memanggil beberapa pengrajin dari Belakang Gunung (kini salah satu padukuhan Desa mulyoharjo) di bawah pimpinan Singowiryo, untuk bersama-sama membuat ukiran di belakang Kabupaten. Oleh Raden Ajeng Kartini, mereka diminta untuk membuat berbagai macam jenis ukiran, seperti peti jahitan, meja keci, pigura, tempat rokok, tempat perhiasan, dan lain-lain barang souvenir. Barang-barang ini kemudian di jual Raden Ajeng Kartini ke Semarang dan Batavia (sekarang Jakarta ), sehingga akhirnya diketahui bahwa masyarakat Jepara pandai mengukir.
Setelah banyak pesanan yang datang, hasil produksi para pengrajin Jepara bertambah jenis kursi pengantin, alat panahan angin, tempat tidur pengantin dan penyekat ruangan serta berbagai jenis kursi tamu dan kursi makan. Raden Ajeng Kartini juga mulai memperkenalkan seni ukir Jepara keluar negeri. Caranya, Raden Ajeng kartini memberikan souvenir kepada sahabatnya di luar negeri. Akibatnya ukir terus berkembang dan pesanan terus berdatangan. Seluruh penjualan barang, setelah dikurangi dengan biaya produksi dan ongkos kirim, uangnya diserahkan secara utuh kepada para pengrajin.

Untuk menunjang perkembangan ukir Jepara yang telah dirintis oleh Raden Ajeng Kartini, pada tahun 1929 timbul gagasan dari beberapa orang pribumi untuk mendirikan sekolah kejuruan. Tepat pada tanggal 1 Juli 1929, sekolah pertukangan dengan jurusan meubel dan ukir dibuka dengan nama “Openbare Ambachtsschool” yang kemudian berkembang menjadi Sekolah Teknik Negeri dan Kemudian menjadi Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri.

Dengan adanya sekolah kejuruan ini, kerajinan meubul dan ukiran semaluas di masyarakat dan makin banyak pula anak–anak yang masuk sekolah ini agar mendapatkan kecakapan di bidang meubel dan meubel dan ukir. Di dalam sekolah ini agar diajarkan berbagai macam desain motif ukir serta ragam hias Indonesia yang pada mulanya belum diketahui oleh masyarakat Jepara . Tokoh-tokoh yang berjasa di dalam pengembangan motif lewat lembaga pendidikan ini adalah Raden Ngabehi Projo Sukemi yang mengembangkan motif majapahit dan Pajajaran serta Raden Ngabehi Wignjopangukir mengembangkan motif Pajajaran dan Bali.
Semakin bertambahnya motif ukir yang dikuasai oleh para pengrajin Jepara , meubel dan ukiran Jepara semakin diminati. Para pedagang pun mulai memanfaatkan kesempatan ini, untuk mendapatkan barang-barang baru guna memenuhi permintaan konsumen, baik yang berada di dalam di luar negeri.Kemampuan masyarakat Jepara di bidang ukir kayu juga diwarnai dengan legenda . Dikisahkan, pada jaman dahulu ada seorang seniman bernama Ki Sungging Adi Luwih yang tinggal di suatu kerajaan. Ketenaran seniman ini didengar oleh sang raja yang kemudian memesan gambar permaisuri. Singkat cerita, KiSungging berhasil menyelesaikan pesanan dengan baik. Namun ketika ia akan menambahkan warna hitam pada rambut, terpeciklah tinta hitam dibagian pangkal paha gambar sang permaisuri sehingga nampak seperti tahi lalat. Gambar ini kemudian diserahkan kepada raja yang sangat kagum terhadap hasil karya Ki Sungging.

Namun raja juga curiga karena ia melihat ada tahi lalat dipangkal paha. Raja menduga Ki Sungging talah melihat permaisuri telanjang. Oleh karena itu raja berniat menghukum Ki Sungging dengan membuat patung di udara dengan naik layang-layang. Pada waktu yang telah ditentukan ki Sungging naik layang-layang dengan membawa pelengkapan pahat untuk membuat patung permaisuri.
Namun karena angina bertiup sangat kencang, patung setengah jadi itu akhirnya terbawa angin dan jatuh di pulau Bali. Benda ini akhirnya ditemukan oleh masyarakat Bali, sehingga masyarakat setempat sekarang dikenal sebagai ahli membuat patung. Sedangkan peralatan memahat jatuh di belakang gunung dan konon dari kawasan inilah ukir Jepara mulai berkembang.
Terlepas dari cerita legenda maupun sejarahnya, seni ukir Jepara kini telah dapat berkembang dan bahkan merupakan salah satu bagian dari “nafas kehidupan dan denyut nadi perekonomian “ masyarakat Jepara.
Setelah mengalami perubahan dari kerajinan tangan menjadi industri kerajinan, terutama bila dipandang dari segi sosial ekonomi, ukiran kayu Jepara terus melaju pesat, sehingga Jepara mendapatkan predikat sebagai kota ukir, setelah berhasil menguasai pasar nasional. Namun karena perkembangan dinamika ekonomi, pasar nasional saja belum merupakan jaminan, karena di luar itu pangsa pasar masih terbuka lebar. Oleh karena itu diperlukan kiat khusus untuk dapat menerobos pasar internasional.

Untuk melakukan ekspansi pasar ini buka saja dilakukan melalui pameran-pameran, tetapi juga dilakukan penataan-penataan di daerah. Langkah-langkah ini ditempuh dengan upaya meningkatkan kualitas muebel ukir Jepara, menejemen produksi dan menejemen pemasaran. Di samping itu dikembangkan “Semangat Jepara Incoporated “, bersatunya pengusaha Jepara dalam memasuki pasar ekspor, yang menuntut persiapan matang karena persaingan-persaingan yang begitu ketat .

Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia misalnya, dilakukan melalui pendidikan Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri dan Akademi Teknologi Perkayuan dan pendidikan non formal melalui kursus-kursus dan latihan-latihan. Dengan penigkatan kualitas sumber daya manusia ini diharapkan bukan saja dapat memacu kualitas produk, tatapi juga memacu kemampuan para pengrajin dan pengusaha Jepara dalam pembaca peluang pasar dengan segala tentutannya.

Peningkatan kualitas produk dan pengawasan mutu memang menjadi obsesi Jepara dalam memasuki pasar internasional, yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan luar negri terhadap produk industri Jepara. Karena itu pengendalian mutu dengan mengacu pada sistim standard internasional merupakan hal yang tidak dapat di tawar-tawar lagi. Usaha ini dilakukan melalui pembinaan terhadap produsen agar mempertahankan mutu produknya dalam rangka menjamin mutu pelayanan sebagai mana dipersaratkan ISO 9000.

Di samping itu, perluasan dan intensifikasi pasar terus dilakukan dalam rangka meningkatkan ekspor serta peluasan pasar internasional dengan penganeragaman produk yang mempunyai potensi, serta peningkatan market intelligence untuk memperoleh transportasi pasar luar negeri. Dengan demikian para pengusaha dapat dengan tepat dan cepat mengantisipasi peluang serta tantangan yang ada dipasar internasional. Sementara itu jaringan informasi terus dilakukan melalu pengevektivan fungsi dan kegiatan Buyer Reception Desk yang ada di Jepara. Langkah-langkah konseptual yang dilakukan secara terus menerus ini telah berbuah keberhasilan yang dampaknya dirasakan oleh masyarakat Jepara, berupa peningkatan kesejateraannya. Dari data yang ada dapat dijadikan cermin keberhasilan sektor meubel ukir dalam lima tahun terakhir.

Data diatas belum termasuk potensi kayu olahan , souvenir dan peti mati yang dalam tiga tahun terakhir telah berhasil dilealisir ekspornya. Untuk dapat melihat lebih jauh potensi ukir kayu ini juga dapat dilihat berbagai macam penghargaan, yang bersekala regional, nasional dan internasional, baik bagi para pengusaha, pengrajin maupun bagi pimpinan daerah.

Sumber :JeparaKab.go.id

Posted in industri kerajinan meubel ukir, Industri Mebel Ukir Jepara, Industri perabot ukiran kayu, industri seni di Jepara, industri ukir, jepara, kartini, kota jepara, kota ukir, masjid, masjid mantingan, motif bali, motif cirebon, motif jepara, motif madura, motif majapahit, motif pejajaran, motif pekalongan, motif seni ukir, motif ukiran jepara, motif-motif, para pengukir Jepara, pengrajin, pengrajin jepara, pengrajin ukir, pengukir Jepara, ra kartini, raden ajeng kartini, ratu kalinyamat, seni ukir, seni ukir di dunia, seni ukir jepara, sunan kalijaga, ukir, ukir jepara, ukir kayu | Tagged: , , , , , , , | 3 Comments »

Ragam hias Pekalongan

Posted by amiruljepara on September 27, 2011

motif-ukiran-khas-Pekalongan

motif-ukiran-khas-Pekalongan

Ragam hias Pekalongan merupakan hasil gubahan bentuk tanaman yang menjalar, disusun mengikal ke kiri dan ke kanan berganti-ganti. Pada bentuk ikal daun pokok diliputi tumbuhnya daun yang besar-besar, dan bagian ujung ikal terdapat bentuk buah/bunga yang sebagian permukaannya masih tertutup daun.
Ragam hias ini sebagian besar daunnya dilaksanakan dalam bentuk krawing atau cekung. Begitu pula pada bagian-bagian yang kosong tidak dibuat lemahan, tetapi dilaksanakan tembus atau krawangan. Pengetrapan ragam hias ini kebanyakan pada bagian-bagian rumah (gebyok, tebeng, peturon dan pintu angin )
Unsur-unsur yang penting pada ragam hias ini adalah : Daun pokok, Daun klewer, Trubusan, Bunga, Buah, Benangan dan Pecahan.

Uraian:
“Daun Pokok”
Daun pokok dalam ragam hias ini merupakan bentuk ikal.
“Daun Klewer”
Daun yang tumbuh menjulang dengan irama ukir yang dinamis.
“Trubusan”
Daun-daun yang kecil dan tumbuh berderet di sepanjang daun pokok, dan pangkal sampai pada ujungnya.
“Bunga”
Ragam hias ini, mempunyai bunga seperti padma.
“Buah”
Bentuk buah yang selalu tertutup sebagian permukaannya dengan pecahan cacah gori (Jawa)
“Benangan dan Pecahan”
Benangan dan Pecahan merupakan garis-garis variasi untuk mengisi bidang daun yang lebar, supaya kelihatan lebih indah.

Posted in benangan, buah, bunga, daun klewer, daun pokok, gebyok, motif pekalongan, motif seni ukir, motif ukir, motif ukiran pekalongan, pecahan, peturon, pintu angin, ragam hias pekalongan, tebeng, trubusan | Tagged: , , | 1 Comment »

Ragam hias Cirebon

Posted by amiruljepara on September 26, 2011

motif ukiran cirebon

motif ukiran cirebon

Ragam hias Cirebon mempunyai corak yang paling mudah dicari ciri khasnya, karena adanya unsur motif Tiongkok disini. Sedangkan pada ragam hias lainnya tidak, yaitu motif awan dan bukit karang yang digubah.
Pada dasarnya ragam hias tersebut dapat dibedaka menjadi tiga bagian, yaitu ragam hias awan, bukit batu karang dan motif tumbuh-tumbuhan. Masing-masing mempuyai ciri khas yang menunjukkan perbedaan antara yang satu dengan lainnya.

Ragam hias awan dapat diketahui, bahwa dari adanya garis sudut menyudut yang terpanjang dari pilin-pilin berupa belah ketupat yang letaknya mendatar. Pada rangkaian belah ketupat tersebut tidak terdapat bentuk tanam-tanaman. Dan akhirnya ragam hias tersebut dapat dikenal dari penempatannya.

Ragam hias bukit batu karang dapat diketahui dari adanya tanam-tanaman yang tumbuh keluar dari rangkaian batu karang tersebut, yang digambarkan sebagai pilin-pilin serupa belah ketupat yang berantai, bagian pinggir bergelombang dan sudunya dibulatkan. Garis sudut-menyudut yang terpanjang dari belah ketupat berdiri tegak.

Adapun ragam hias Cirebon yang bentuknya merupakan gubahan dari tumbuh-tumbuhan (daun pakis), mempunyai bentuk hamper sama dengan bentuk ragam hias Pejajaran, namun unsurnya tidak sebanyak unsur ragam hiasa Pejajaran.

Begitu pula pelakasanaan timbul cekungnya menunjukkan adanya perbedaan yang jelas sekali. Ragam hiasCirebonbentuk tumbuh-tumbuhan terdiri dari : Daun pokok, Angkup, Trubusan, Benangan dan Pecahan.

Uraian :

“Daun Pokok”
Bentuknya sama dengan daun pokok pada ragam hias Pejajaran.
“Angkup”
Angkup ragam hias Cirebon mempunyai bentuk serupa dega angkup ragam hias Pejajaran. Tetapi pada ujungnya tidak terdapat ulir, dan tumbuh tanpa tangkai yang panjang.
“Trubusan”
Daun trubusan pada ragam hias ini dibuat besar dan tidak terpisah dari daun pokok. Bentuknya serupa dengan sunggar ragam hias Bali.
“Benangan dan Pecahan”
Benangan dan Pecahan mempunyai fungsi dan tempat yagn sama  dengan ragam hias lainnya, namun pembentukannya sudah berbeda.

Posted in angkup, benangan, bukit batu karang, cirebon, daun pokok, motif awan, motif seni ukir, motif tiongkok, motif tumbuh-tumbuhan, motif ukir, pecahan, ragam hias awan, ragam hias bali, ragam hias cirebon, ragam hias pejajaran, ukir | Tagged: , | 2 Comments »